INTAN CAHYANINGRUM - MAHASISWI PENDIDIKAN MATEMATIKA UPI2011 - @intancynm
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Peserta Didik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Peserta Didik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Contoh Angket Masalah Belajar Siswa



Masalah Belajar yang Dialami Siswa Serta Layanan/ Bantuan yang Diharapkan dari Orang Tua, Guru, Sekolah

1.      Apa mata pelajaran yang anda sukai? Berikan alasan singkat!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apa mata pelajaran yang paling anda sukai?
…………………………………………………………………………………………………
Berapa nilai tertinggi dan nilai terrendah yang anda peroleh dalam mata pelajaran tersebut?
…………………………………………………………………………………………………
2.      Apa mata pelajaran yang tidak anda sukai? Berikan alasan singkat!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apa mata pelajaran yang paling tidak anda sukai?
…………………………………………………………………………………………………
Berapa nilai tertinggi dan nilai terrendah yang anda peroleh dalam mata pelajaran tersebut?

Contoh Angket Perkembangan Peserta Didik (Pribadi, Sosial, Karir)



TAHAP 1
Masalah Pribadi, Sosial, dan Karir Siswa

1.      Apakah anda merasa percaya diri? Ya/ Tidak
Jika ya, apa yang membuat anda merasa percaya diri?
…………………………………………………………………………………………………
Jika tidak, mengapa?
…………………………………………………………………………………………………
2.      Apakah anda bisa berbicara di depan umum? Ya/ Tidak
3.      Ketika ada hal yang membuat emosi anda terganggu, anda meluapkannya atau memendamnya? …………………………………………………………………………………………………
4.      Apakah anda pernah merokok? Ya/ Tidak
Mengapa anda merokok?

Minggu, 18 November 2012

Pengaruh Lingkungan Terhadap Perilaku Remaja


Dalam buku Sosiologi Keluarga: Tentang Ikhwal Keluarga, Remaja dan Anak, Soerjono Soekanto (2004:70), menjelaskan beberapa jenis lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku remaja:

a. Orang tua, saudara-saudara dan kerabat, yang ini merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh dalam diri remaja. Melalui lingkungan ini, remaja mengenal lingkungan dan jenis pergaulan-pergaulan berikutnya yang akan menambah banyak pengaruh yang lain. Usia remaja merupakan usia pancaroba di mana masih dalam rangka mencari indentitas tertentu, di mana pencarian identitas ini pertama tertuju pada sosok dalam diri orang tua, kerabat atau saudaranya. Jika tidak diperoleh dari orang tua, kerabat atau saudara ini, maka pelarian pencarian indentitas tersebut akan beralih ke lingkungan berikutnya, bisa teman sepermainan atau teman di sekolah.
Beberapa hal yang merusak atau mengganggu proses asimilasi remaja dengan keluarganya sehingga remaja mencari kenyamanan bergaul di luar keluarga adalah :
1) Tidak ada saling pengertian mengenal dasar-dasar kehidupan bersama
2) Terjadinya konflik mengenai otonomi, di mana satu pihak orang tua ingin agar anaknya dapat mandiri, di lain pihak keluarga mengekangnya
3) Terjadinya konflik nilai-nilai yang tidak diserasikan
4) Pengendalian dan pengawasan orang tua yang berlebihan
5) Ketiadaan rasa saling menolong dan kebersamaam dalam keluarga
6) Adanya masalah dalam hubungan antara ayah dan ibu
7) Jumlah anak yang banyak yang kurang mendapatkan kasih saying orang tua
8) Campur tangan pihak luar keluarga
9) Kedudukan social ekonomi yang berada di bawah standard
10) Pekerjaan orang tua yang tidak seimbang, seperti jabatan ibu yang lebih tinggi dari ayah.
11) Aspirasi orang tua yang tidak disesuaikan dengan kenyataan yang terjadi
12) Konsepsi peranan keluarga yang menyimpang dari kenyataan
13) Timbulnya favoritisme di kalangan anggota keluarga, yang ini akan menimbulkan perhatian yang kurang adil merata dan seimbang di antara anggota keluarga
14) Pecahnya keluarga yang disebabkan konflik ayah, ibu dan anak-anaknya
15) Persaingan tajam di antara anak-anak yang menyolok
Kesemua kondisi tidak kondusif bagi pembentukan kepribadian remaja di atas, apabila terjadi, maka yang pertama menjadi korban adalah anak-anaknya terutama dalam usia remaja, di mana sosok figur panutan masih dibutuhkan dalam kerangka pembentukan identitasnya.

b. Kelompok sepermainan, merupakan teman-teman bermain di luar rumah dan luar sekolah, bisa mempengaruhi remaja baik positif maupun negatif.

c. Kelompok pendidikan, yaitu pergaulan di sekolah, yang melibatkan pergaulan siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa. Adanya pembiasaan dalam perbuatan baik dan mulia di sekolah, diharapkan bisa memberikan pengaruh positif dalam pembentukan karakter dan kebiasaan baik bagi remaja, sebab lingkungan sekolah juga berperan dalam mempengaruhi perilaku remajanya.
 



Minggu, 04 November 2012

Konsep Perilaku Individu


Konsep Perilaku Individu

1.      Pengertian Perilaku
a.       Menurut Notoatmodjo (2003). Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.
b.      Menurut Drs. Leonard F. Polhaupessy, Psi. Perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar. Jadi, Perilaku adalah segala tindakan individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang paling dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan.

2.      Pandangan tentang Perilaku
ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu;
a.       pendekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan syaraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem syaraf.
b.      pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak dan perilaku dapat dibentuk dengan pembiasaan dan pengukuhan melalui pengkondisian stimulus.
c.       pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi mengolah stimulus menjadi perilaku baru.
d.      pandangan psikoanalisis, menurut pandangan ini perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari.
e.       pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. Individu mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warna pada lingkungan.

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN TIAP FASE


TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN TIAP FASE
Oleh:
Intan Cahyaningrum
1102329

Havighurst (Hurlock ;1991) membagi tugas-tugas perkembangan selama rentang kehidupan manusia sebagai berikut:

Ø  Masa bayi dan awal masa kanak-kanak
1.      Belajar memakan makanan padat
2.       Belajar berjalan
3.      Belajar berbicara
4.      Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
5.      Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya
6.      Mempersiapkan diri untuk membaca
7.      Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani

Ø  Masa Anak
1.      Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum.
2.      Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh
3.      Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
4.      Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
5.      Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung
6.      Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
7.      Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai.
8.      Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga
9.      Mencapai kebebasan pribadi