INTAN CAHYANINGRUM - MAHASISWI PENDIDIKAN MATEMATIKA UPI2011 - @intancynm

Jumat, 22 November 2013

BEM & ENTREPRENEURSHIP


BEM SEBAGAI ORGANISASI NON PROFIT SERTA URGENSI ENTREPRENEURSHIP DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DI DALAMNYA
Oleh: Intan Cahyaningrum
Bendahara Umum BEM Himatika ‘Identika’ UPI Periode 2013

Dalam perjalanan sebuah organisasi, tantangan yang dihadapi semakin lama semakin berragam. Tantangan-tantangan tersebut tentunya secara langsung maupun tidak langsung menghambat kemajuan program-program di dalamnya. Salah satunya ialah tantangan finansial/keuangan.
Uang adalah sumber daya terbatas namun merupakan modal penting dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Uang ibarat darah dalam tubuh manusia, artinya tanpa uang sebuah organisasi akan sulit untuk tetap hidup. Oleh sebab itu keuangan merupakan hal intim yang memerlukan pengelolaan atau manajemen yang baik (tepat waktu dan tepat tempat) sehingga penggunaannya menjadi efektif dan efisien.
BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) adalah sebuah organisasi non profit yang tidak memiliki sumber dana yang besar karena organisasi ini hanya memanfaatkan sumber dana yang berasal dari iuran kemahasiswaan dan bantuan-bantuan publik, serta dalam pendistribusian keuangannya didasarkan pada kebutuhan bukan didasarkan pada keinginan. Non profit berarti dalam pengelolaan keuangannya, organisasi ini sama sekali tidak bertujuan mengambil keuntungan finansial karena tujuan organisasi ini adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun jika mengalami kelebihan pendapatan, kelebihan itu digunakan untuk kemajuan organisasi bukan keuntungan personal.

Kamis, 05 September 2013

Contoh Kisi-kisi Instrumen Afektif Skala Diferensial Semantik Kompetensi Berpikir Kreatif Matematis



KISI-KISI INSTRUMEN AFEKTIF
SKALA DIFERENSIAL SEMANTIK
KOMPETENSI BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

Skala Diferensial Semantik ini disusun atas 30 pernyataan kiri dan 30 pernyataan kanan yang saling berdampingan dan bertolak belakang. Pernyataan-pernyataan tersebut disesuaikan berdasarkan indicator kompetensi berpikir kreatif matematis pada pembelajaran kubus dan balok. Responden diminta menjawab dengan cara member penilaian bertingkat apakah cenderung sesuai dengan pernyataan kiri atau cenderung sesuai dengan pernyataan kanan. Masing-masing pernyataan memiliki rentang bobot skor yang sama yaitu dari 03 sampai dengan 3.

Contoh Kisi-kisi Instrumen Afektif Skala Diferensial Semantik Kompetensi Berpikir Kreatif Matematis



KISI-KISI INSTRUMEN AFEKTIF
SKALA DIFERENSIAL SEMANTIK
KOMPETENSI BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

Skala Diferensial Semantik ini disusun atas 30 pernyataan kiri dan 30 pernyataan kanan yang saling berdampingan dan bertolak belakang. Pernyataan-pernyataan tersebut disesuaikan berdasarkan indicator kompetensi berpikir kreatif matematis pada pembelajaran kubus dan balok. Responden diminta menjawab dengan cara member penilaian bertingkat apakah cenderung sesuai dengan pernyataan kiri atau cenderung sesuai dengan pernyataan kanan. Masing-masing pernyataan memiliki rentang bobot skor yang sama yaitu dari 03 sampai dengan 3.

Contoh Kisi-kisi Instrumen Afektif Skala Thurstone Kompetensi Berpikir Kreatif Matematis



KISI-KISI INSTRUMEN AFEKTIF
SKALA THURSTONE
KOMPETENSI BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

Skala Thurstone ini disusun atas tiga puluh pernyataan berhubungan dengan kompetensi berpikir kreatif matematis pada pembelajaran materi kubus dan balok yang terdiri dari lima belas pernyataan bernilai positif dan lima belas pernyataan bernilai negative. Responden diminta memilih lima belas pernyataan dari tiga puluh pernyataan yang paling sesuai dengan keadaan objektif responden saan melaksanakan pembelajaran matematika. pemberian bobot skor untuk masing-masing pernyataan dapat dilihat pada table berikut.

Contoh Kisi-kisi Instrumen Afektif Skala Guttman Kompetensi Berpikir Kreatif Matematis



KISI-KISI INSTRUMEN AFEKTIF
SKALA GUTTMAN
KOMPETENSI BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

Skala Guttman ini disusun atas 30 pernyataan positif yang disesuaikan dengan indicator kompetensi berpikir kreatif amtematis pada pemebelajaran materi kubus dan balok. Pernyataan-pernyataan disusun sedemikian rupa sehingga pernyataan satu dan yang lain saling terkait. Responden diminta menjawab dengan memilih 2 opsi setara, yaitu ya atau tidak. Pemberian bobot skor untuk pilihan ya adalah 1 dan untuk pilihan tidak diberi skor 0. Hal ini disebabkan karena seluruh pernyatan bernilai positif. Kisi-kisi selengkapnya tertera pada table berikut.